Minggu, 06 November 2022

penyaluran energi ke CHAKRA

[7/11 09.01] Suhandono: Kita masuk pembahasan bab penyaluran energi ke CHAKRA
[7/11 09.03] Suhandono: jaman dahulu manusia membangkitkan Kundalini sangat sulit perlu pengorbanan SEUMUR HIDUPNYA dengan meninggalkan KEHIDUPAN DUNIAWI dengan harapan Kundalini terbangkitkan
[7/11 09.05] Suhandono: Dimulai dengan melakukan penyerapan 4 unsur, saat 4 unsur di tubuhnya TERLENGKAPI maka terjadilah REAKSI 4 UNSUR
[7/11 09.07] Suhandono: Reaksi 4 UNSUR akan membuat ledakan sehingga KUNDALINI yang menggulung tiga setengah lingkaran di pirenium seperti ular 🐍 yang melingkar dapat terbangun dan keluar dari gerbang Kundalini di SIMPUL CHAKRA MOOLADHARA
[7/11 09.08] Suhandono: Jaman dahulu energi Kundalini yang naik tidak dapat DIKENDALIKAN
[7/11 09.08] Suhandono: Sangat liar dan ganas
[7/11 09.09] Suhandono: Sampai sekarang pun sebenarnya masih tetap liar dan ganas
[7/11 09.10] Suhandono: Akan tetapi manusia yang hidup pada saat ini adalah MANUSIA HASIL DARI PROSES EVOLUSI YANG TERUS MENERUS TANPA HENTI
[7/11 09.11] Suhandono: tubuh manusia lebih bisa BERADAPTASI DENGAN GANAS DAN LIARNYA KUNDALINI
[7/11 09.11] Suhandono: Ruh manusia SELALU BELAJAR DAN BERADAPTASI
[7/11 09.12] Suhandono: Di tiap tiap REINKARNASI RUH SELALU BELAJAR
[7/11 09.12] Suhandono: Arti RUH RUH sudah sangat tua umurnya
[7/11 09.13] Suhandono: Sudah banyak kehidupan yang dilaluinya
[7/11 09.13] Suhandono: Semakin tua ruh semakin bijaksana dan semakin berkesadaran
[7/11 09.15] Suhandono: Hingga di masa sekarang Kundalini bukan menjadi suatu masalah, hanya dengan perintah mulutnya manusia dapat mengandalikan Kundalini
[7/11 09.15] Suhandono: JADI DAN TERJADILAH

Kamis, 03 November 2022

tripel chakra

[3/11 20:16] Trisulavedha Kundalini: Kita lanjutkan bab tripel chakra, swadisthan anahata dan sahasrara
[3/11 20:18] Trisulavedha Kundalini: Ketika kita memicu salah satu dari tripel chakra maka tripel chakra akan berbarengan membuka dan aktif
[3/11 20:18] Trisulavedha Kundalini: Disarankan memicunya di chakra anahata atau HATI
[3/11 20:21] Trisulavedha Kundalini: Saya niat menyalurkan energy kundalini golden flower level 33 ke chakra anahata bagian depan chakra anahata bagian belakang simpul chakra anahata secara terus menerus dengan energy kundalini golden flower level 33 yang telah diperkuat hingga tidak terhingga kali lipat.
[3/11 20:23] Trisulavedha Kundalini: Chakra swadisthan yg merupakan bagian dari tripel chakra juga aktif akan terjadi detok fisik dan detok energy
[3/11 20:24] Trisulavedha Kundalini: Papa han pernah diare sampai 30 hari lamanya tiap kali buang air selalu dalam bentuk cairan berbau busuk
[3/11 20:24] Trisulavedha Kundalini: Keringat juga berbau busuk
[3/11 20:26] Trisulavedha Kundalini: Ilmu ilmu yang tidak berguna dan tidak berhubungan dengan kesadaran dan peningkatan spiritual dibuang dari tubuh
[3/11 20:28] Trisulavedha Kundalini: Tubuh benar benar dibersihkan kesaktian kesaktian dibuang dari tubuh saat detok energy tubuh anda akan sering terasa bergoncang seperti gempa
[3/11 20:30] Trisulavedha Kundalini: Di beberapa kasus saat tripel chakra aktif tiba tiba sahasrara tidak ikut serta membuka dan menyebabkan kepala menjadi panas pusing migrain bahkan vertigo
[3/11 20:31] Trisulavedha Kundalini: Solusinya pakai alfa healing hitung mundur biarkan sampai kosong
[3/11 20:33] Trisulavedha Kundalini: Setelah keadaan normal anda bisa melakukan latihan tripel chakra via chakra anahata harap diperhatikan selalu buka terlebih dahulu chakra sahasrara anda bisa mengucapkan affirmasi trisula sbb
[3/11 20:36] Trisulavedha Kundalini: Saya niat menyalurkan energy kundalini golden flower level 33 ke chakra mooladhara jalur sushumna nadi ida nadi pinggala chakra sahasrara secara terus menerus dengan energy kundalini golden flower level 33 yang telah diperkuat hingga tidak terhingga kali lipat
[3/11 20:36] Trisulavedha Kundalini: Atau sebelumnya anda mengucapkan affirmasi kgf 33
[3/11 20:48] Trisulavedha Kundalini: Kita lanjutkan pembahasannya bab tripel chakra batch 2
[3/11 20:55] Trisulavedha Kundalini: Dalam waktu 30 hari hanya khusus melatih tripel chakra via chakra anahata hal ini pernah papa han lakukan tahun 1996 di bulan ramadhan selama 30 hari dan di hari ke 30 tubuh menjadi dingin dan menyegarkan kepala sangat ringan simpul wisnu membuka lebar tubuh menyala sangat terang seperti siang padahal lampu kamar papa han padamkan
[3/11 21:04] Trisulavedha Kundalini: Saat chakra anahata membuka lebar tiap detik kehidupan sangat menyenangkan bahkan anda mendengar lagu yg sumbang terasa indah di telinga, mata anda melihat segala sesuatu menjadi menyenangkan
[3/11 21:07] Trisulavedha Kundalini: Apalagi saat duduk di bus melihat pemandangan lihat pohon lihat manusia apapun yg dilihat terlihat indah
[3/11 21:18] Trisulavedha Kundalini: Dibeberapa kejadian murid sudah papa han peringatkan saat tripel chakra sudah mulai aktif dan membuka lebar tetap dalam ikatan komunitas agar bila terjadi lonjakan energy bisa disharingkan kepada anggota komunitas, ada beberapa murid yang tidak mendengarkan tiba tiba meninggal dunia karena over dosis energy
[3/11 21:25] Trisulavedha Kundalini: Di dunia ini dari jaman kuno saat ada yang berkultivasi kundalini selalu ada komunitas
[3/11 21:28] Trisulavedha Kundalini: Sepengetahuan papa han saat anda tetap dalam komunitas masalah sandang pangan papan dan kebutuhan hidup tersuplai dan tercukupi dari tahin 94 sudah papa han amati dan perhatikan pada murid murid yang terdahulu.
[3/11 21:31] Trisulavedha Kundalini: Keputusan tetap ditangan anda hanya sekedar saran bagaimana sebaiknya, jossss...

Rabu, 02 November 2022

pertapa sebuah cerita

[2/11 15.48] Suhandono: Cerita ini bercerita tentang seorang pertapa setelah beberapa tahun lamanya di hutan sendirian tanpa teman terlintas difikirannya, sudah selama ini bertapa moksa tidak kunjung tiba, Hingga suatu hari tiba tiba pertapa itu tercerahkan, bukankah jasad ini hanya pakaian ratusan ribuan kali tumimba lahir berganti baju baru baju lama yang usang ditaruh dan dibuang, nun jauh di sana jauh dari tempat pertapa itu disebuah daratan suci orang orang sibuk dengan urusan masing masing mereka beragama menuruti kata hati tidak ada manual book tidak ada Agamawan, selesai bertapa pertapa itu menyeberangi lautan menuju daratan suci berbulan bulan lamanya sampai suatu hari sampilah ia di daratan suci yang penduduknya hanya mengikuti kata hati, di tempat itu pertapa itu bergumam hmmm luar biasa jossss...
[2/11 15.56] Suhandono: Ketika pertapa itu turun dari perahu dan menginjakkan kakinya di hollyland pertapa itu sangat terkejut, oh inikah tanah kesempurnaan tanah air orang orang moksa bahkan aku yang sudah lama bertapa tidak bisa meradar dan merasakan semua indra yang biasanya peka di tempat ini menjadi tidak berfungsi bergumam lagi pertapa itu luar biasa jossss...
[2/11 16.03] Suhandono: Pertapa itu semakin jauh melangkah dan bertemu beberapa orang anak anak, wahai pertapa bodoh mandilah di sungai tubuhmu perlu disegarkan terlebih dahulu dan makanlah itu rumah kami mampirlah, kagetlah pertapa itu dia yang selalu disanjung sanjung sebagai orang suci di hollyland disebut sebagai pertapa bodoh hingga bergumam lagi dengan lirih luar biasa jossss...
[2/11 16.10] Suhandono: Setelah selesai mandi maka pertapa itu berjalan menuju rumah di tepi sungai sudah tersedia makanan, silahkan dimakan maafkan anak anak kami mengatakan anda pertapa bodoh, setelah makan nanti akan kami ceritakan kenapa anak anak kami selalu menyebut pendatang di hollyland seperti anda dengan sebutan pertapa bodoh, silahkan dimakan dulu, penuh tanya dibenak pertapa itu hingga keluar kata jossss...
[2/11 16.20] Suhandono: Sudah berhari hari lamanya pertapa itu tinggal di hollyland dan tuan rumah belum juga bercerita mengapa dirinya disebut sebagai pertapa bodoh, menunggu dan menunggu hingga suatu hari pertapa itu berjalan jalan hingga menemukan sebuah perkampungan padat dan tertulis di gapura kampung SELAMAT DATANG PERTAPA BODOH, tentu saja semakin kaget dan terhenyak pertapa itu sambutan yang luar biasa jossss...
[2/11 16.30] Suhandono: Singkat cerita sudah lebih 3 tahun pertapa itu tinggal di hollyland belum juga ada satu orang pun yang mau bercerita tentang sebutan dirinya sebagai pertapa bodoh, hingga suatu hari saat ada penduduk kampung yang meninggal dan tiba-tiba jasadnya hilang disertai bunyi bang dan letupan kecil setelah itu mereka berpesta ria, ayo pertapa bodoh kita berpesta merayakan saudara kita yang sempurna, jossss...
[2/11 16.34] Suhandono: Meja makan besar dipenuhi makanan dan minuman mereka berpesta merayakan penduduk yang moksa, lalu pemimpin Hollyland bercerita, dulu pernah ada rombongan pertapa pertapa bodoh seperti anda yang datang ke hollyland mereka datang dengan damai...
[2/11 16.39] Suhandono: Ya pertapa pertapa bodoh itu datang dengan damai mereka berinteraksi dengan kami dan kami diajarkan tata cara kehidupan mereka dan ada beberapa yang mengikuti pertapa bodoh itu hingga ketika mereka meninggal mereka tidak bisa moksa tidak ada bunyi bang dan letupan mayat mereka membusuk, pertapa itu bengong sambil berkata josss..
[2/11 16.41] Suhandono: Kami penduduk hollyland  hidup sesuai dengan hati mengikuti kata hati
[2/11 16.45] Suhandono: Kami bisa sempurna karena antara lahir dan batin sama, leluhur kami mengajarkan memakai hati
[2/11 16.53] Suhandono: Hingga suatu hari pertapa itu mulai memakai hatinya ritual yang rumit mulai ditinggalkan hanya memakai hati, di suatu sore yang cerah ada pelangi 🌈 yang keluar dari rumah pertapa bodoh disertai bunyi bang dan letupan kecil, penduduk hollyland bersorak waktunya kita berpesta untuk saudara kita yang sempurna, jossss...

Selasa, 01 November 2022

33 ruas tulang belakang

[2/11 13.24] Suhandono: Pada tubuh manusia, tulang belakang terdiri atas 33 ruas tulang yang terbagi menjadi 5 bagian, yaitu 7 ruas tulang leher, 12 ruas tulang punggung atas, 5 ruas tulang pinggang, 5 ruas tulang kelangkang yang menjadi satu, dan 4 ruas tulang ekor yang juga menjadi satu.
[2/11 13.26] Suhandono: Saat Kundalini naik melalui jalur sushumna maka 33 ruas tulang belakang juga ikut dirayapi oleh Kundalini
[2/11 13.32] Suhandono: Tiap tiap ruas tulang terhubung dengan ALAM di semesta ini total jumlah alam ada 31 alam  dan ketika manusia mencapai nibbana atau moksa atau mati sebelum mati atau nirwana atau pelepasan tertinggi maka manusia itu TERLEPAS DARI 31 ALAM dan memasuki keadaan yang tidak bisa dijelaskan
[2/11 13.34] Suhandono: Ada sisa 2 ruas tulang dari total 33 ruas tulang yang artinya 2 ruas tulang terakhir terhubung dengan CHAKRA AJNA dan chakra sahasrara
[2/11 13.37] Suhandono: Ketika anda mengucapkan afirmasi Kundalini golden flower level 33 maka 33 ruas tulang belakang ikut dipicu aktif dan 31 alam anda hubungi plus 2 keadaan yang tidak bisa dideskripsikan
[2/11 13.38] Suhandono: Trisulavedha Kundalini luar biasa jossss...
[2/11 13.49] Suhandono: Kita lanjutkan pembahasan bab 33 ruas tulang belakang manusia
[2/11 13.52] Suhandono: ada 31 alam semesta paralel yang akan menjadi tempat reinkarnasi anda sebelum anda bisa memasuki keadaan nibbana/moksa/pelepasan tertinggi/mati sebelum mati/iluminasi
[2/11 13.55] Suhandono: Setelah Kundalini memasuki chakra ajna atau sahasrara terjadi keadaan yang tidak bisa dideskripsikan terlepaslah anda dari 31 alam semesta paralel tempat anda bereinkarnasi
[2/11 13.56] Suhandono: 31 alam semesta paralel keadaannya hampir mirip dengan bumi ini
[2/11 13.58] Suhandono: Para suci yang sudah sampai di CHAKRA AJNA dan chakra sahasrara kadang kala dimasa kehidupannya sering mengajar di 31 alam semesta paralel itu
[2/11 14.00] Suhandono: Trisulavedha Kundalini josss...

tubuh monas

[1/11 14.10] Suhandono: Kita lanjutkan pembahasan bab TUBUH MONAD ATAU TUBUH MONAS di CHAKRA AJNA
[1/11 14.10] Suhandono: Monad (dari bahasa Yunani μονάς monas, "satuan" dari μόνος monos, "tunggal") adalah istilah dalam filsafat yang memiliki banyak guna. Menurut pythagoreanisme, monad adalah istilah sebagai ketuhanan atau yang-ada pertama, atau totalitas dari seluruh yang-ada.[1] Untuk para penganut pythagoreanisme, penghasilan rentetan angka terkait dengan objek geometri dan juga kosmogoni.[2] Menurut Diogenes Laertius, dari monad mengembang dyad; dari angka-angkanya; dari angka-angka, titik-titiknya; kemudian garis-garis, entitas-entitas dua dimensi, entitas-entitas tiga dimensi, tubuh, dan kemudiannya menjadi empat unsur bumi, cairan, api, dan udara, yang membentuk dunia
[1/11 14.14] Suhandono: Saat Kundalini kita salurkan ke chakra ajna maka kita berusaha MENGEMBALIKAN unsur unsur pembentuk KEHIDUPAN yang dari Api 🔥 kembali ke api, yang dari angin kembali ke angin yang dari air kembali ke air yang dari tanah kembali ke tanah
[1/11 14.23] Suhandono: Saat Kundalini kita salurkan ke chakra ajna maka terjadilah REAKSI pada 4 unsur penyusun tubuh, ketika anda memejamkan mata dan memperhatikan fikiran, maka fikiran sangat sibuk dan ramai sebenarnya Kundalini sedang membuat reaksi berantai di ke empat unsur, jika dianalogikan maka Kundalini sedang memicu 4 buah tombol unsur kita kenali reaksinya menjadi 4 buah nafsu manusia, tiba tiba fikiran anda menjadi riuh rendah sangat sibuk hilir mudik meloncat sana sini perhatikan itu adalah reaksi normal dan wajar yang artinya Kundalini sedang bekerja di CHAKRA AJNA anda
[1/11 14.25] Suhandono: Selama 4 unsur itu masih menyatu dalam ikatan dan tidak dikembalikan ke unsur-unsur nya masing masing maka akan terus menerus anda mengalami REINKARNASI
[1/11 14.26] Suhandono: Dan mesin tenun itupun sudah rusak dan berhenti menenun
[1/11 14.27] Suhandono: Gedung itu pun sudah roboh tiang tiangnya
[1/11 14.27] Suhandono: Pemicu reinkarnasi sudah dihancurkan
[1/11 14.31] Suhandono: Tubuh manusia TERBANGUN DARI 4 UNSUR saat ada Kundalini masuk di CHAKRA AJNA satu persatu UNSUR dilepaskan
[1/11 14.34] Suhandono: Analoginya ketika rumah anda dilepaskan semennya pasirnya batanya besinya keramiknya kayunya gentengnya maka sudah tidak ada lagi rumah itu
[1/11 14.36] Suhandono: Ya benar unsur pembentuk tubuh kita lepaskan satu persatu hingga kembali ke asalnya.
[1/11 14.36] Suhandono: Trisulavedha Kundalini josss...
[1/11 14.10] Suhandono: Kita lanjutkan pembahasan bab TUBUH MONAD ATAU TUBUH MONAS di CHAKRA AJNA
[1/11 14.10] Suhandono: Monad (dari bahasa Yunani μονάς monas, "satuan" dari μόνος monos, "tunggal") adalah istilah dalam filsafat yang memiliki banyak guna. Menurut pythagoreanisme, monad adalah istilah sebagai ketuhanan atau yang-ada pertama, atau totalitas dari seluruh yang-ada.[1] Untuk para penganut pythagoreanisme, penghasilan rentetan angka terkait dengan objek geometri dan juga kosmogoni.[2] Menurut Diogenes Laertius, dari monad mengembang dyad; dari angka-angkanya; dari angka-angka, titik-titiknya; kemudian garis-garis, entitas-entitas dua dimensi, entitas-entitas tiga dimensi, tubuh, dan kemudiannya menjadi empat unsur bumi, cairan, api, dan udara, yang membentuk dunia
[1/11 14.14] Suhandono: Saat Kundalini kita salurkan ke chakra ajna maka kita berusaha MENGEMBALIKAN unsur unsur pembentuk KEHIDUPAN yang dari Api 🔥 kembali ke api, yang dari angin kembali ke angin yang dari air kembali ke air yang dari tanah kembali ke tanah
[1/11 14.23] Suhandono: Saat Kundalini kita salurkan ke chakra ajna maka terjadilah REAKSI pada 4 unsur penyusun tubuh, ketika anda memejamkan mata dan memperhatikan fikiran, maka fikiran sangat sibuk dan ramai sebenarnya Kundalini sedang membuat reaksi berantai di ke empat unsur, jika dianalogikan maka Kundalini sedang memicu 4 buah tombol unsur kita kenali reaksinya menjadi 4 buah nafsu manusia, tiba tiba fikiran anda menjadi riuh rendah sangat sibuk hilir mudik meloncat sana sini perhatikan itu adalah reaksi normal dan wajar yang artinya Kundalini sedang bekerja di CHAKRA AJNA anda
[1/11 14.25] Suhandono: Selama 4 unsur itu masih menyatu dalam ikatan dan tidak dikembalikan ke unsur-unsur nya masing masing maka akan terus menerus anda mengalami REINKARNASI
[1/11 14.26] Suhandono: Dan mesin tenun itupun sudah rusak dan berhenti menenun
[1/11 14.27] Suhandono: Gedung itu pun sudah roboh tiang tiangnya
[1/11 14.27] Suhandono: Pemicu reinkarnasi sudah dihancurkan
[1/11 14.31] Suhandono: Tubuh manusia TERBANGUN DARI 4 UNSUR saat ada Kundalini masuk di CHAKRA AJNA satu persatu UNSUR dilepaskan
[1/11 14.34] Suhandono: Analoginya ketika rumah anda dilepaskan semennya pasirnya batanya besinya keramiknya kayunya gentengnya maka sudah tidak ada lagi rumah itu
[1/11 14.36] Suhandono: Ya benar unsur pembentuk tubuh kita lepaskan satu persatu hingga kembali ke asalnya.
[1/11 14.36] Suhandono: Trisulavedha Kundalini josss...
[1/11 14.10] Suhandono: Kita lanjutkan pembahasan bab TUBUH MONAD ATAU TUBUH MONAS di CHAKRA AJNA
[1/11 14.10] Suhandono: Monad (dari bahasa Yunani μονάς monas, "satuan" dari μόνος monos, "tunggal") adalah istilah dalam filsafat yang memiliki banyak guna. Menurut pythagoreanisme, monad adalah istilah sebagai ketuhanan atau yang-ada pertama, atau totalitas dari seluruh yang-ada.[1] Untuk para penganut pythagoreanisme, penghasilan rentetan angka terkait dengan objek geometri dan juga kosmogoni.[2] Menurut Diogenes Laertius, dari monad mengembang dyad; dari angka-angkanya; dari angka-angka, titik-titiknya; kemudian garis-garis, entitas-entitas dua dimensi, entitas-entitas tiga dimensi, tubuh, dan kemudiannya menjadi empat unsur bumi, cairan, api, dan udara, yang membentuk dunia
[1/11 14.14] Suhandono: Saat Kundalini kita salurkan ke chakra ajna maka kita berusaha MENGEMBALIKAN unsur unsur pembentuk KEHIDUPAN yang dari Api 🔥 kembali ke api, yang dari angin kembali ke angin yang dari air kembali ke air yang dari tanah kembali ke tanah
[1/11 14.23] Suhandono: Saat Kundalini kita salurkan ke chakra ajna maka terjadilah REAKSI pada 4 unsur penyusun tubuh, ketika anda memejamkan mata dan memperhatikan fikiran, maka fikiran sangat sibuk dan ramai sebenarnya Kundalini sedang membuat reaksi berantai di ke empat unsur, jika dianalogikan maka Kundalini sedang memicu 4 buah tombol unsur kita kenali reaksinya menjadi 4 buah nafsu manusia, tiba tiba fikiran anda menjadi riuh rendah sangat sibuk hilir mudik meloncat sana sini perhatikan itu adalah reaksi normal dan wajar yang artinya Kundalini sedang bekerja di CHAKRA AJNA anda
[1/11 14.25] Suhandono: Selama 4 unsur itu masih menyatu dalam ikatan dan tidak dikembalikan ke unsur-unsur nya masing masing maka akan terus menerus anda mengalami REINKARNASI
[1/11 14.26] Suhandono: Dan mesin tenun itupun sudah rusak dan berhenti menenun
[1/11 14.27] Suhandono: Gedung itu pun sudah roboh tiang tiangnya
[1/11 14.27] Suhandono: Pemicu reinkarnasi sudah dihancurkan
[1/11 14.31] Suhandono: Tubuh manusia TERBANGUN DARI 4 UNSUR saat ada Kundalini masuk di CHAKRA AJNA satu persatu UNSUR dilepaskan
[1/11 14.34] Suhandono: Analoginya ketika rumah anda dilepaskan semennya pasirnya batanya besinya keramiknya kayunya gentengnya maka sudah tidak ada lagi rumah itu
[1/11 14.36] Suhandono: Ya benar unsur pembentuk tubuh kita lepaskan satu persatu hingga kembali ke asalnya.
[1/11 14.36] Suhandono: Trisulavedha Kundalini josss...

Senin, 31 Oktober 2022

KALKI AVATARA

[1/11 11.36] Suhandono: Kita masuk pembahasan bab KALKI AVATARA
[1/11 11.38] Suhandono: setelah anda sering mengkultivasi SIMPUL WISNU di CHAKRA ANAHATA maka otomatis simpul KALKI di CHAKRA SAHASRARA AKAN MEMBUKA
[1/11 11.39] Suhandono: Ketika anda mencari DEWA carilah DEWA yang ada di DIRI ANDA karena pencarian ke luar diri akan sia sia
[1/11 11.40] Suhandono: Anda pasti pernah mendengar bab reinkarnasi terakhir dari DEWA WISNU yaitu KALKI AVATARA itu terjadi di diri anda sendiri
[1/11 11.44] Suhandono: saat SIMPUL KALKI DI CHAKRA SAHASRARA MEMBUKA anda akan mengalami PELEPASAN TERTINGGI di agama Budha disebut NIBBANA, di Islam disebut MATI SEBELUM MATI, orang new age menyebutnya ILUMINASI, orang Hindu menyebutnya MOKSA
[1/11 11.49] Suhandono: Itulah fase terakhir dari REINKARNASI
[1/11 11.56] Suhandono: Di Bali ada Garuda Wisnu kencana itu adalah simbol dari PELEPASAN TERTINGGI
[1/11 11.57] Suhandono: Leluhur kita mengajarkan kita dengan bahasa SIMBOL agar pengajaran tidak lekang dimakan waktu, jossss...

Rabu, 26 Oktober 2022

CHAKRA ANAHATA

[26/10 21.09] Suhandono: MENJADI BAIK DENGAN CHAKRA ANAHATA
[26/10 21.30] Suhandono: Papa Han senang memakai chakra ANAHATA, begitu Kundalini ditaruh di CHAKRA ANAHATA maka tripel chakra yaitu chakra swadisthan chakra ANAHATA dan chakra sahasrara berbarengan aktif
[26/10 21.31] Suhandono: Prabu Jayabaya penganut Wisnu bisa moksa karena memakai simpul Wisnu yang ada di CHAKRA ANAHATA
[26/10 21.33] Suhandono: Saat kita menaruh Kundalini di CHAKRA ANAHATA maka TIDAK LAGI TERBENTUK KARMA BARU
[26/10 21.34] Suhandono: Karma karma lama masih mewujud akan tetapi karma baru tidak terbentuk
[26/10 21.35] Suhandono: Menurut SHRI MATAJI NIRMALA DEVI terjadinya moksa adalah di CHAKRA SAHASRARA
[26/10 21.36] Suhandono: Menurut kaballah tifareth atau chakra ANAHATA terhubung dengan semua MEREDIAN tubuh dan chakra chakra
[26/10 21.39] Suhandono: AFF : saya niat menyalurkan energi Kundalini golden flower level 33 ke chakra ANAHATA bagian depan chakra ANAHATA bagian belakang simpul chakra ANAHATA secara terus menerus dengan energi Kundalini golden flower level 33 yang telah diperkuat hingga tidak terhingga kali lipat.
[26/10 21.40] Suhandono: PENGETAHUAN BUDHA ADA DI CHAKRA ANAHATA
[26/10 21.42] Suhandono: Pemicu KARMA adalah KEINGINAN yang ada di CHAKRA ANAHATA
[26/10 21.44] Suhandono: Begitu Kundalini ANDA TARUH DI CHAKRA ANAHATA maka setiap interaksi anda dengan tidak membuat KARMA baru
[26/10 21.45] Suhandono: SUNDA SUSUNANNYA ADA DI DADA
[26/10 21.46] Suhandono: silahkan pakai ANAHATA agar menjadi BAIK
[27/10 13.00] Suhandono: Kita lanjutkan pembahasan bab MENJADI BAIK DENGAN CHAKRA ANAHATA BATCH 2
[27/10 13.02] Suhandono: Walaupun dengan energi Kundalini PENEMBUSAN ke chakra ANAHATA biasanya memakan waktu hingga 8 bulan sampai beberapa tahun masa kehidupan hingga simpul WISNU yang ada di CHAKRA ANAHATA bisa membuka SEMPURNA
[27/10 13.03] Suhandono: Bahkan ada beberapa praktisi Kundalini yang membutuhkan hampir seumur hidupnya hanya untuk membuka hingga SIMPUL WISNU di CHAKRA ANAHATA membuka SEMPURNA
[27/10 13.08] Suhandono: Agar SIMPUL WISNU DI CHAKRA ANAHATA dapat membuka sempurna maka dibutuhkan VIRYA apakah VIRYA itu ?
[27/10 13.08] Suhandono: Vīrya adalah sebuah istilah Buddhis yang umumnya diterjemahkan sebagai "energi", "ketekunan", "antusiasme", atau "usaha". Istilah tersebut dapat didefinisikan sebagai sebuah sikap senang hati untuk terlibat dalam kegiatan yang bermanfaat, dan berfungsi untuk membuat seseorang melakukan tindakan bajik.
[27/10 13.09] Suhandono: VIRYA adalah ketekunan melakukan pengulangan demi pengulangan
[27/10 13.10] Suhandono: Lakukan pengulangan demi pengulangan agar SIMPUL WISNU DI CHAKRA ANAHATA BISA TERBUKA SEMPURNA.
[27/10 13.10] Suhandono: Jossss...
[27/10 13.14] Suhandono: PENCARIAN ANDA JIKA KELUAR DIRI ANDA AKAN MENEMUKAN KEKECEWAAN DEMI KEKECEWAAN
[27/10 13.15] Suhandono: BRAHMA WISNU DAN SYIWA ADA DI DIRI ANDA
[27/10 13.16] Suhandono: Penganut Brahma akan mengkultivasi simpul Brahma di CHAKRA mooladhara
[27/10 13.16] Suhandono: Penganut Wisnu akan mengkultivasi simpul Wisnu di CHAKRA ANAHATA
[27/10 13.18] Suhandono: Penganut Syiwa akan mengkultivasi simpul Syiwa di CHAKRA AJNA
[27/10 13.25] Suhandono: Apapun agama anda jika anda lakukan dengan VIRYA ATAU TEKUN anda akan TERCERAHKAN

Pertanyaan 46: Apakah Diamond White Flame bisa menyebabkan pelepasan emosi?

Pertanyaan 46: Apakah Diamond White Flame bisa menyebabkan pelepasan emosi? Diamond White Flame sangat sering menyebabkan pelepa...